Kamis, 10 Mei 2012

[forumpembaca-kompas] PARA NABI DAN BAPA [1 Attachment]

 
[Attachment(s) from Hakekatku Hidup included below]

>> Lihat lampiran file

 

Judul Asli: Patriarchs and Prophets

Terjemahan: Bahasa Sumarna

Editor : Wilson Nadeak

Type : PR 10

Copyright  1976

Offset di Indonesia

 

Cetakan Kedua 1980

 

Para Nabi

dan

Bapa

Zaman Dahulukala

 

Oleh

ELLEN G. WHITE

 

JILID

PERTAMA

 

INDONESIA PUBLISHING HOUSE

Kotak Pos 85

Bandung, Jawa

 

PENGANTAR DARI PENERBIT

 

SUATU hal yang menarik dari kehidupan para nabi dan bapa dahulu kala ialah bahwa mereka adalah orang‑orang biasa yang berpasrah diri kepada Tuhan Allah. Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri ialah bahwa Tuhan A11ah senantiasa memperhatikan umat manusia dari zaman ke zaman, manusia dan sejarahnya dapat berubah, tetapi Tuhan senantiasa kekal, abadi tidak pernah berubah. Kasih‑Nya kepada manusia dapat dilihat dalam setiap kurun zaman. Lengan‑Nya cukup panjang mengulurkan pertolongan kepada umat manusia. Demikianlah apa yang kita dapat simak dari kehidupan para nabi dan bapa dahulu kala.


 

Peristiwa demi peristiwa seolah‑olah berlakon kembali di hadapan mata kita apabila kita membaca buku ini halaman demi halaman. Peristiwa kejatuhan manusia pertama, kutuk, pengharapan, iman, dan peperangan yang berlangsung dalam sejarah manusia, digambarkan oleh penulis buku ini dengan cara yang sangat sederhana dan menarik. Penanya yang diilhami Tuhan Allah membuat kejadian demi kejadian beruntun mengharukan hati. Apa yang dialami oleh para nabi dahulu kala, adalah juga pengalaman yang ada kaitannya dengan kehidupan manusia sekarang ini. Persoalan, keadaan, masyarakat yang dihadapi para nabi itu tidak sepi dari persoalan dan keadaan masa kita kini. Teguran, nasihat, pesan, pengharapan dan iman yang diseru‑serukan mereka adalah juga bagian kita sekarang ini. Kesedihan mereka adalah pelajaran bagi kita.

 

Para bapa zaman dahulu kala dalam kehidupan mereka sehari‑hari menghadapi persoalan‑persoalan yang tidak kalah hebatnya dengan persoalan yang dihadapi manusia masa kini. Para bapa yang tekun dan tabah menjalankan tugasnya membina generasi yang dipasrahkan kepadanya. Sebagai contoh, kepada kita dilukiskan bagaimana ketabahan Musa yang telah bertahun‑tahun mengalami kehidupan yang getir bersama bangsa Israel keluar dari perhambaan Firaun‑firaun di Mesir. Bagaimana Tuhan penuh kesabaran melihat bangsa yang berhati ingkar itu, dan bagaimana Musa berani mempertaruhkan nyawanya asal bangsa itu tidak dibinasakan Tuhan.

 

Pena yang diilhami ini memaparkan kepada kita sejarah jatuh bangunnya bangsa‑bangsa zaman dahulu kala, dengan cara yang sederhana, memikat dan mengharukan. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari masa lampau, pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kerohanian kita. Pengalaman mereka itu akan mengingatkan kita akan perkara‑perkara baka, yang menjadi tumpuan harapan kita sesudah hidup yang fana ini.

 

Catatan untuk Cetakan Kedua

Dalam cetakan kedua ini dibuat dua nomor halaman dalam kurung. Karena banyak pembaca yang ingin mengetahui halaman asli di dalam bahasa Inggris, maka halaman yang dikurung ini membantu memudahkannya mencari dalam bahasa Inggris.

 

Pendahuluan

 


Buku ini membahas pokok pelajaran tentang Alkitab, pokok pelajaran yang bukan merupakan sesuatu yang baru, tetapi ditampilkan sedemikian rupa sehingga memberikan kepada pokok pelajaran tersebut satu arti yang baru, menyatakan sumber perbuatan, serta menunjukkan hal‑hal yang penting sehubungan dengan pergerakan‑pergerakan yang tertentu serta lebih menjelaskan beberapa hal yang di dalam Alkitab dicatat dengan singkat sekali. Dengan demikian peristiwa‑peristiwa itu menjadi jelas dan penting sehingga cenderung untuk meninggalkan satu kesan yang baru dan dalam. Terang seperti itu dipancarkan atas catatan Kitab Suci sehingga dapat menyatakan dengan lebih sempurna akan tabiat serta maksud‑maksud Allah; untuk menyatakan tipu daya Setan dan cara‑cara oleh mana kekuasaannya pada akhirnya akan dihancurkan; untuk menyatakan kelemahan hati manusia serta menunjukkan bagaimana anugerah Allah telah menyanggupkan manusia supaya menang di dalam peperangan melawan kejahatan. Semuanya ini adalah selaras dengan apa yang Allah telah nyatakan akan menjadi tujuan‑Nya di dalam membukakan kepada manusia kebenaran‑kebenaran Firman‑Nya. Alat oleh mana kenyataan‑kenyataan ini telah diberikan akan ternyata bila diuji oleh Alkitab sebagai salah satu metode yang masih digunakan Allah untuk memberikan petunjuk‑petunjuk kepada manusia. Pada waktu manusia masih dalam keadaannya yang suci dan tidak berdosa mereka memperoleh petunjuk yang langsung dari Khaliknya. Sekarang ini tidak demikian halnya. Tetapi manusia tidak dibiarkan begitu saja tanpa adanya seorang guru Ilahi yang telah disediakan Allah sebagai wakil‑Nya, yaitu Roh Kudus. Jadi kita pun mendengar rasul Paulus menyatakan bahwa satu "terang" Ilahi yang tertentu adalah merupakan kesempatan pengikut Kristus; dan bahwa mereka telah "diterangi" dengan cara dijadikan sebagai "yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus". Ibrani 10:32; 6:4. Yohanes juga berkata, "Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya." 1 Yohanes 2:20. Dan Kristus telah berjanji kepada murid‑murid‑Nya, pada waktu Ia akan meninggalkan mereka, bahwa Ia akan mengirimkan kepada mereka Roh Kudus itu sebagai seorang penghibur dan pemimpin untuk memimpin mereka kepada segala kebenaran. Yohanes 14:16, 26.

Untuk menunjukkan bagaimana janji ini akan digenapkan kepada gereja itu, rasul Paulus, di dalam dua suratnya, menampilkan pernyataan yang formil bahwa karunia‑karunia Roh yang tertentu telah ditetapkan di dalam sidang itu untuk mempersatukannya serta menjadi petunjuk‑petunjuk hingga kesudahan zaman. 1 Korintus 12; Efesus 4:8‑13; Matius 28:20. Bukan itu saja; sejumlah nubuatan‑nubuatan yang jelas dan pasti menyatakan bahwa pada akhir zaman akan terjadi suatu kecurahan Roh Kudus secara istimewa dan bahwa gereja itu pada saat kedatangan Kristus akan memiliki, selama pengalaman‑pengalamannya yang terakhir, "kesaksian Yesus", yaitulah Roh nubuat. Kisah Para Rasul 2:17‑20, 39; 1 Korintus 1:7; Wahyu 12:17; 19:10. Di dalam kenyataan‑kenyataan ini kita melihat satu bukti akan penjagaan dan kasih Allah terhadap umat‑Nya; karena kehadiran Roh Kudus sebagai seorang penghibur, guru dan penunjuk jalan bukan dalam cara kerja yang biasa saja melainkan dalam cara yang luar biasa, sangatlah dibutuhkan oleh gereja apabila ia memasuki zaman akhir yang berbahaya lebih daripada saat mana pun yang lain daripada pengalaman itu.

 

Kitab Suci menunjukkan bermacam‑macam saluran bagi Roh Kudus untuk bekerja di dalam hati dan pikiran manusia untuk menerangi pengertian mereka serta memimpin langkah‑langkah mereka. Termasuk di antaranya khayal dan mimpi. Dengan jalan ini Allah masih tetap mengadakan hubungan dengan anak‑anak manusia. Dalam hal ini Ia berjanji: "Dengarlah Firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, Tuhan menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi." Bilangan 12:6. Dengan cara inilah pengetahuan Ilahi yang sangat luarbiasa telah disampaikan kepada Balhum. Maka ia pun berkata: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar Firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap." Bilangan 24:15,16.

 

Itulah sebabnya adalah menjadi sesuatu yang menarik perhatian untuk menyelidiki kesaksian Kitab Suci tentang berapa jauhnya Tuhan merencanakan agar Roh itu menyatakan diri‑Nya di dalam gereja selama masa percobaan manusia.


 

Setelah rencana keselamatan diadakan, Allah, sebagaimana telah kita lihat, masih tetap berhubungan dengan manusia di seberang jurang yang diakibatkan oleh dosa melalui pelayanan Anak‑Nya dan malaikat‑malaikat Suci. Kadang‑kadang Ia berbicara langsung dengan mereka, sebagaimana halnya dengan Musa, tetapi yang lebih sering ialah melalui mimpi dan khayal. Peristiwa‑peristiwa seperti ini jelas sekali dicatat di dalam seluruh Kitab Suci dan mencakup segala zaman. Henokh, generasi Adam yang Ketujuh, melihat ke depan melalui Roh nubuatan kedatangan Kristus yang kedua kalinya dalam kuasa dan kemuliaan serta berkata, "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya." Yehuda 14. "Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." 2 Petrus 1:21. Jikalau pekerjaan Roh nubuatan itu pada waktu‑waktu tertentu kelihatannya hampir lenyap, bilamana kerohanian orang banyak merosot, Roh itu tetap menandai semua krisis‑krisis besar di dalam pengalaman gereja dan masa‑masa peralihan dari satu zaman ke zaman yang lain. Bilamana satu zaman yang ditandai oleh penjelmaan Kristus itu tiba, bapa dari Yohanes Pembaptis telah dipenuhi oleh Roh Kudus dan bernubuat. Lukas 1:67. Kepada Simeon dinyatakan bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Tuhan; dan bilamana orang tua Yesus membawa Dia ke baitsuci agar Ia disunat, dengan digerakkan oleh Roh, Simeon masuk ke dalam baitsuci lalu memangku bayi Yesus, memberkati‑Nya dan bernubuat tentang Dia. Dan Hana, seorang nabiah, masuk ke dalam baitsuci pada saat yang sama itu dan menerangkan tentang Dia kepada semua yang menunggu‑nunggu penebusan di Yerusalem. Lukas 2:26, 36.

 

Kecurahan Roh Kudus yang akan menyertai pengabaran Injil oleh pengikut‑pengikut Kristus diumumkan oleh nabi dengan kata‑kata seperti berikut ini: "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mukjizat-mukjizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu." Yoel 2:28‑31.

 

Petrus, pada hari Pentakosta, mengutip nubuatan ini untuk menerangkan tentang peristiwa yang terjadi pada saat itu. Lidah‑lidah seperti api turun ke atas setiap murid; mereka dipenuhi oleh Roh Kudus dan berkata‑kata dengan bahasa‑bahasa yang lain. Dan pada waktu pengolok‑olok itu menuduh bahwa mereka mabuk oleh anggur, Petrus menjawab: "Karena sekaliannya ini bukannya mabuk seperti sangkamu, sebab baharu pukul sembilan pagi. Tetapi inilah hal yang disabdakan oleh nabi Yoel." Kemudian ia mengutip dengan sepenuhnya nubuatan yang telah diucapkan oleh nabi Yoel (yang telah dikutip di atas), hanya saja ia telah mengganti kata‑kata "kemudian daripada itu" dengan "pada akhir zaman", sehingga itu berbunyi, "bahwa akan berlaku kelak pada akhir zaman, Aku akan mencurahkan Rohku", dst.


 

Jelaslah bahwa hanya bagian nubuatan yang berhubungan dengan kecurahan Roh itu saja yang mulai digenapkan pada hari itu; oleh karena pada saat itu tidak ada orang tua yang mendapat mimpi atau orang muda yang mendapat khayal dan bernubuat tidak ada tanda ajaib darah, api serta tiang awan; dan matahari tidak digelapkan atau bulan menjadi seperti darah pada hari itu; akan tetapi apa yang terjadi pada hari itu adalah merupakan kegenapan daripada nubuatan nabi Yoel. Jelas pula bahwa bahagian nubuatan yang berhubungan dengan kecurahan Roh ini tidaklah digenapkan seluruhnya dalam satu peristiwa itu saja; oleh karena nubuatan itu mencakup seluruh zaman mulai hari itu terus sampai kepada hari Tuhan yang besar itu.

 

Tetapi hari Pentakosta adalah juga merupakan kegenapan daripada nubuatan‑nubuatan lain disamping nubuatan nabi Yoel. Itu juga menggenapkan kata‑kata Kristus sendiri. Di dalam amanat‑Nya yang terakhir kepada murid‑murid‑Nya sebelum Ia disalibkan, Ia berkata kepada mereka, "Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, . . . yaitu Roh kebenaran." Yohanes 14:16, 17. "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu." ayat 26. "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran." Yohanes 16:13. Dan setelah Kristus bangkit dari antara orang mati, Ia berkata kepada murid‑murid‑Nya, "Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Lukas 24:49.


 

Pada hari Pentakosta murid‑murid telah dipenuhi oleh kuasa dari atas. Tetapi janji Kristus ini, sebagaimana halnya nubuatan Yoel, tidaklah terbatas hanya kepada peristiwa itu saja. Oleh karena Ia telah memberikan kepada mereka janji yang sama dalam bentuk yang lain dengan memberikan jaminan bahwa Ia akan menyertai mereka senantiasa sampai kepada akhir zaman. Matius 28:20. Markus memberitahukan kepada kita dalam hal apa dan bagaimana caranya Tuhan akan beserta dengan mereka. Ia berkata, "Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya." Markus 16:20. Dan Petrus, pada hari Pentakosta itu, bersaksi tentang kekekalan daripada pekerjaan Roh yang telah mereka saksikan itu. Pada waktu orang‑orang Yahudi yang merasa berdosa itu berkata kepada rasul‑rasul, "Apakah yang harus kami perbuat?" Petrus menjawab, "Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing‑masing kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu, lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus. Karena bagi kamulah Perjanjian itu dan bagi anak‑anakmu dan bagi sekalian orang yang jauh‑jauh, seberapa banyak yang akan dipanggil masuk oleh Allah kita." Kisah Rasul‑rasul 2:38, 39. Ini tentu menjamin adanya pekerjaan Roh Kudus di dalam gereja, di dalam kenyataan‑kenyataan yang istimewa, pada masa mendatang selama rahmat Kristus masih mengundang manusia untuk menerima kasih yang mengampuni itu. Dua puluh delapan tahun kemudian di dalam suratnya kepada orang orang di Korintus, Paulus membentangkan kepada gereja itu tentang persoalan ini. Ia berkata, "Ada pun akan hal segala karunia yang rohani, hai saudara‑saudaraku, tiada aku suka kamu tiada mengetahui" begitu penting hal ini sehingga ia merasa bahwa itu harus dimengerti oleh gereja Kristen. Setelah menyatakan bahwa sekali pun Roh itu satu Ia bekerja dalam berbagai macam cara dan menjelaskan cara‑cara yang berbeda itu, ia memberikan gambaran dengan menyebutkan tentang tubuh manusia, dengan berbagai macam anggota‑anggotanya untuk menunjukkan bagaimana gereja itu terdiri dari berbagai macam pekerjaan dan karunia. Dan sebagaimana tubuh itu mempunyai anggota‑anggota tubuh yang berbeda‑beda, masing‑masing mempunyai tugas tersendiri untuk dilaksanakannya, dan semuanya itu bekerja bersama‑sama dengan satu tujuan sehingga terjadilah satu keselarasan, begitu juga Roh itu bekerja melalui saluran yang berbeda‑beda di dalam gereja sehingga terbentuklah satu tubuh agama yang sempurna. Paulus kemudian melanjutkan dengan kata‑kata seperti berikut ini: "Maka Allah telah menetapkan beberapa orang di dalam sidang jemaat, pertama‑tama rasul‑rasul, kedua nabi‑nabi, ketiga guru‑guru, kemudian mukjizat, kemudian pula kuasa menyembuhkan orang, pertolongan, pemerintahan, dan jenis‑jenis karunia lidah."

 

Pernyataan bahwa Allah telah menetapkan beberapa orang di dalam gereja, dst., berarti lebih luas daripada hanya sekadar menyatakan bahwa kesempatan selalu terbuka untuk datangnya karunia‑karunia itu jikalau keadaan kebetulan mengijinkan. Melainkan itu menyatakan bahwa kesemuanya itu akan menjadi satu bahagian yang tetap daripada tubuh gereja secara rohani, dan jikalau hal‑hal ini tidak bekerja dengan aktif maka gereja itu akan berada dalam keadaan yang sama seperti tubuh manusia, yang anggota‑anggotanya oleh karena kecelakaan atau penyakit telah menjadi timpang atau lumpuh. Sekali lagi hal itu telah ditetapkan di dalam gereja maka karunia‑karunia ini harus tetap berada di sana sampai semuanya itu secara resmi ditiadakan. Tetapi tidak ada catatan bahwa itu akan ditiadakan.

 

Lima tahun kemudian rasul itu juga menulis kepada orang‑orang Efesus sehubungan dengan karunia‑karunia yang sama itu, dengan jelas menyebutkan tujuannya, dan dengan demikian secara tidak langsung menunjukkan bahwa semuanya itu akan tetap berlanjut sampai tujuan itu terlaksana. Ia berkata, "Itulah sebabnya kata nas: 'Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.... Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuimanan dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus." Efesus 4:8, 11‑13.


 

Gereja belum tiba kepada satu persatuan seperti yang disebutkan dalam ayat‑ayat itu di dalam zaman rasul‑rasul; dan segera setelah zaman itu, kemurtadan rohani yang hebat telah mulai melanda gereja; dan tentu saja dalam keadaan kemerosotan ini, kesempurnaan Kristus dan persatuan iman itu tidak tercapai. Dan itu tidak akan tercapai sampai pekabaran rahmat yang terakhir akan memanggil dari tiap‑tiap suku dan bangsa, dari tiap tingkatan masyarakat dan dari tiap‑tiap agama yang palsu, satu umat yang sempurna di dalam pembaharuan Injil sambil menunggu‑nunggu akan kedatangan Anak Manusia. Dan sesungguhnya, jikalau ada satu masa di mana gereja di dalam pengalamannya akan memerlukan pertolongan dari setiap alat yang telah ditetapkan untuk menghibur dan memimpinnya, untuk memberikan dorongan serta perlindungan maka itu tidak lain adalah pada waktu berada di tengah‑tengah bahaya akhir zaman bilamana kuasa kejahatan, yang hampir‑hampir telah menjadi sempurna oleh pengalaman serta latihan dan perbuatan jahatnya itu, akan menipu sekalian umat yang terpilih dengan cara‑cara yang hebat sekali. Oleh sebab itu, sangat tepat sekali adanya nubuatan‑nubuatan istimewa sehubungan dengan kecurahan Roh demi keuntungan gereja pada akhir zaman.

 

Namun demikian, di dalam bahan‑bahan bacaan dunia Kristen dewasa ini, sering diajarkan bahwa karunia‑karunia Roh itu hanyalah terbatas untuk zaman rasul‑rasul saja; bahwa semuanya itu diberikan hanya sekadar untuk meneguhkan Injil; dan sekali Injil itu diteguhkan maka karunia‑karunia itu tidak lagi dibutuhkan dan sebagai akibatnya karunia‑karunia tersebut hilang begitu saja dari gereja. Tetapi rasul Paulus telah mengamarkan orang‑orang Kristen pada zamannya bahwa "rahasia durhaka itu" sudah giat dalam usahanya; dan setelah kepergiannya, serigala‑serigala yang ganas akan masuk ke tengah‑tengah mereka dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara mereka sendiri akan muncul beberapa orang yang akan mengajarkan ajaran‑ajaran palsu untuk menarik murid‑murid supaya mengikut mereka. Kisah 20:29, 30. Oleh sebab itu tidaklah mungkin di saat‑saat seperti ini bahwa karunia‑karunia yang telah ditetapkan di dalam gereja untuk menjaga mereka dari kejahatan‑kejahatan tersebut, sudah berakhir oleh karena telah mencapai tujuannya; oleh karena kehadiran serta pertolongan daripada karunia‑karunia tersebut sangat dibutuhkan dalam keadaan seperti ini lebih daripada waktu rasul‑rasul itu masih hidup.

 

Kita mendapati keterangan yang lain di dalam surat Paulus kepada orang Korintus yang menunjukkan bahwa pemikiran yang populer, yang menyatakan bahwa karunia‑karunia tersebut hanyalah untuk sementara saja, adalah tidak benar. Dalam suratnya itu ia membedakan antara keadaan sekarang yang tidak sempurna ini dengan keadaan yang mulia dan baka yang akan dicapai oleh orang‑orang Kristen pada akhirnya. I Korintus 13. Ia berkata (ayat 9, 10), "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap." Lebih jauh ia menggambarkan keadaan sekarang ini dengan membandingkannya kepada masa kanak‑kanak dengan kelemahannya serta kekurang‑matangan dalam pikiran dan perbuatan; dan keadaan yang sempurna, kepada keadaan dewasa dengan pandangannya yang lebih jelas, kematangan serta kekuatannya. Dan ia menggolong‑golongkan karunia‑karunia itu kepada perkara‑perkara yang kita butuhkan dalam keadaan sekarang, yang tidak sempurna ini, tetapi apabila keadaan yang sempurna itu telah tiba kita tidak lagi memerlukannya. "Sekarang," katanya (ayat 12), "kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." Kemudian ia menyebutkan sifat‑sifat apa yang akan disesuaikan kepada keadaan yang kekal dan yang akan ada pada saat itu, yaitu iman, pengharapan dan kasih, "ketiga perkara inilah; tetapi di dalam ketiganya itu yang terlebih besar ialah kasih."


 

Ini menjelaskan apa yang dimaksudkan dalam ayat 8; "Kasih tidak berkesudahan;" yaitu bahwa kasih surga akan kekal selama‑lamanya, itu adalah merupakan kemuliaan daripada keadaan manusia yang kekal di masa yang akan datang; tetapi "nubuat akan berakhir;" ini berarti bahwa waktunya akan datang bilamana nubuatan‑nubuatan itu tidak akan diperlukan lagi, dan karunia nubuat, sebagai salah satu penolong di dalam gereja, tidak akan digunakan lagi; "dan segala pengetahuan akan lenyap;" ini berarti bahwa karunia‑karunia lidah tidak akan ada gunanya lagi; "dan segala pengetahuan akan lenyap;" ini berarti, pengetahuan, bukan dalam hal yang abstrak, tetapi sebagai salah satu karunia‑karunia Roh yang istimewa akan jadi tidak berguna lagi oleh pengetahuan yang sempurna yang akan dikaruniakan kepada kita di dalam dunia yang kekal nanti.

 

Sekarang, jikalau kita berpendapat bahwa karunia‑karunia itu hanya berlaku pada zaman rasul‑rasul saja dan sekarang ini tidak lagi, karena tidak diperlukan lagi, maka berarti kita berpendirian bahwa zaman rasul‑rasul adalah zaman di mana gereja itu bersifat lemah dan kekanak‑kanakan di mana segala sesuatu kelihatan kabur; tetapi zaman yang berikutnya, bilamana serigala‑serigala yang buas itu masuk dan membinasakan kawanan domba dan di dalam gereja bangkit orang‑orang yang mengajarkan ajaran‑ajaran palsu yang menarik murid‑murid untuk mengikat mereka, adalah satu zaman yang penuh dengan terang dan pengetahuan, di mana sifat‑sifat yang tidak sempurna dan sifat kekanak‑kanakan serta pengetahuan yang suram daripada zaman rasul‑rasul itu telah berlalu! Karena, ingatlah, bahwa karunia‑karunia ini tidak berlaku lagi hanyalah apabila keadaan yang sempurna itu sudah tiba dan oleh sebab keadaan itu sudah tiba sehingga semuanya itu tidak diperlukan lagi. Tetapi tidak seorang pun, jikalau berpikir dengan sungguh‑sungguh, akan berusaha mempertahankan pendapat bahwa keadaan rohani zaman rasul‑rasul itu lebih rendah daripada zaman‑zaman lain yang mengikutinya. Dan jikalau karunia‑karunia tersebut diperlukan pada zaman itu tentu mereka juga dibutuhkan sekarang ini.

 

Di antara perkara‑perkara yang rasul‑rasul golongkan dalam surat‑suratnya kepada orang‑orang di Korintus dan di Efesus sebagai "karunia" yang ditetapkan di dalam gereja, kita dapati "gembala", "guru", "penolong", dan "pemerintahan" dan semuanya ini diakui, di mana saja, masih tetap berlaku di dalam gereja. Kalau demikian mengapakah yang lainnya juga seperti iman, penyembuhan, nubuat dan lain sebagainya tidak diakui? Siapakah yang berwenang untuk membuat garis pemisah dan mengatakan karunia‑karunia mana yang telah "dihapuskan" dari gereja, sedangkan semuanya itu, dari awalnya, telah sama‑sama "ditetapkan" di dalam gereja?

Wahyu 12:17 merupakan satu nubuatan bahwa karunia‑karunia itu akan dipulihkan kembali pada akhir zaman akhir. Penyelidikan akan kesaksian daripada ayat ini akan meneguhkan pendapat itu. Ayat ini membicarakan tentang benih perempuan yang sisa. Perempuan itu adalah lambang daripada gereja, dan benihnya adalah pribadi anggota‑anggotanya yang membentuk gereja dalam setiap waktu; dan benih perempuan "yang sisa" adalah generasi orang Kristen yang terakhir atau mereka yang masih hidup di dunia ini pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Ayat ini lebih jauh menerangkan bahwa mereka ini "memelihara hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus;" dan "kesaksian Yesus" itu dijelaskan dalam pasal 19:10 sebagai Roh nubuat", yang harus dimengerti sebagai satu hal di antara karunia‑karunia itu disebut "karunia untuk bernubuat" 1 Korintus 12:9,10.


 

Ditetapkannya karunia‑karunia itu di dalam gereja bukanlah berarti bahwa setiap individu harus memiliki semuanya. Dalam hal ini rasul berkata, (1 Korintus 12:29), "Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? dst. Jawabnya jelas "tidak"; tidak semuanya demikian; tetapi karunia‑karunia itu diberikan kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. 1 Korintus 12:7, 11. Namun demikian, karunia‑karunia ini dikatakan telah "ditetapkan di dalam gereja" dan jikalau satu karunia itu diberikan kepada seorang anggota sekali pun, itu dapat diartikan bahwa karunia itu ada "di dalam gereja", atau bahwa gereja itu "memiliki" nya. Jadi generasi yang terakhir harus memilikinya, dan telah diyakini bahwa memang gereja memiliki kesaksian Yesus atau karunia nubuat.

 

Bahagian lain daripada Kitab Suci yang jelas dituliskan sehubungan dengan zaman akhir menerangkan fakta yang sama pula. 1 Tesalonika 5. Rasul memulaikan pasal ini dengan kata‑kata: "Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam." Di dalam ayat 4, ia menambahkan, "Tetapi kamu, saudara‑saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri." Kemudian ia memberikan kepada mereka beberapa nasihat sehubungan dengan peristiwa itu, di antaranya adalah (ayat 19‑21): "Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." Dan dalam ayat 23, ia berdoa agar mereka yang harus ambil bahagian dalam pekerjaan "bernubuat" itu dapat dipelihara sehingga tidak bercacat cela sampai kedatangan Tuhan.

 

Atas dasar pertimbangan‑pertimbangan ini apakah kita tidak dibenarkan untuk mempercayai bahwa karunia nubuat akan dinyatakan di dalam gereja pada akhir zaman dan bahwa melalui itu banyak terang kebenaran dan banyak petunjuk‑petunjuk yang tepat pada waktunya akan diberikan?

 

Segala sesuatu harus diperlakukan sesuai dengan peraturan rasul: "Hendaklah segala perkara kamu uji, dan yang baik kamu pegang;" dan harus diuji oleh ukuran yang telah ditetapkan oleh Juruselamat: "Oleh buah‑buahnya engkau akan mengenali dia?" Dengan satu ajakan untuk mempertimbangkan ukuran tersebut atas nama apa yang disebut sebagai kenyataan daripada karunia nubuatan, kami menghadapkan buku ini kepada pertimbangan mereka yang mempercayai bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah dan bahwa gereja itu adalah tubuh di mana Kristus adalah kepalanya.

 

U. Smith

 

 

1. MENGAPA DOSA DIBIARKAN?.

2. PENCIPTAAN .........

3. PENGGODAAN DAN KEJATUHAN .....

4. RENCANA PENEBUSAN .........

5. KAIN DAN HABEL DIUJI .........

6. SET DAN HENOKH ...........

7. A I R B A H


8. SETELAH AIR BAH ......

9. PEKAN YANG BIASA .....

10. MENARA BABEL .......

11. PANGGILAN KEPADA ABRAHAM .....

12. ABRAHAM Di KANAAN .........

13. UJIAN IMAN .............

14. KEHANCURAN SODOM...........

15. PERNIKAHAN ISHAK ...........

16. YAKUB DAN ESAU ............

17. YAKUB MELARIKAN DIRI DAN TERBUANG .

18. MALAM PERGUMULAN .........

19. KEMBALI KE KANAAN .........

20. YUSUF Di MESIR ........

21. YUSUF DAN SAUDARANYA.................

22. MUSA ....................

23. LAKNAT ATAS MESIR.......

24. PASKAH ...........

25. KELUARAN .........

26. DARI LAUT MERAH KE SINAI . . .

27. HUKUM DIBERIKAN KEPADA ISRAEL. . .

28. PENYEMBAHAN BERHALA DI SINAI ....

29. PERLAWANAN SETAN TERHADAP HUKUM .......

30. BAITSUCI DAN UPACARA‑UPACARA...........

31. DOSA NADAB DAN ABIHU ....

32. HUKUM DAN PERJANJIAN ....

33. DARI SINAI KE KADES .....

34. DUA BELAS MATA‑MATA ....

35. PEMBERONTAKAN KORAH ....

36. Di PADANG BELANTARA ....

37. BATU KARANG YANG DIPUKUL....

38. PERJALANAN MENGELILINGI EDOM

39. PENAKLUKAN BAZAN

40. BILEAM

41. KEMURTADAN DI YORDAN

42. HUKUM DIULANGI

43. KEMATIAN MUSA

44. MENYEBERANGI YORDAN

45. JATUHNYA KOTA YERIKHO

46. BERKAT DAN KUTUK


47. BERSEKUTU DENGAN BANGSA GIBEON

48. PEMBAHAGIAN NEGERI KANAAN

49. PESAN YANG TERAKHIR

50. PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHAN

51. PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP ORANG MISKIN

52. PESTA-PESTA TAHUNAN

53. PARA HAKIM YANG MULA-MULA

54. SIMBON

55. SAMUEL WAKTU KANAK-KANAK

56. ELI DAN ANAK-ANAKNYA

57. TABUT PERJANJIAN DIAMBIL OLEH ORANG FILISTIN

58. SEKOLAH NABI-NABI

59. RAJA ISRAEL YANG PERTAMA

60. KECONGKAKAN SAUL

61. SAUL DITOLAK

62. DAUD DIURAPI

63. DAUD DAN GOLIAT

64. DAUD SEBAGAI SEORANG PENGUNGSI

65. KEMURAHAN HATI DAUD

66. KEMATIAN SAUL

67. ILMU SIHIR ZAMAN DULU DAN SEKARANG

68. DAUD DI ZIKLAG

69. DAUD DIANGKAT MENJADI RAJA

70. PEMERINTAHAN DAUD

71. DOSA DAN PERTOBATAN DAUD

72. PEMBERONTAKAN ABSALOM

73. TAHUN-TAHUN TERAKHIR RAJA DAUD

 






xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Computer mania Avatars





>>Surat-menyurat :   hakekathidupku@yahoo.co.id,  newhakekatku@yahoo.co.id, 

                                   Hakekatku_00@yahoo.co.id,   hakekatku_05@yahoo.co.id, 

                                    hakekathidup_h5@yahoo.co.id,

                                    hakekathidupku_nolnol@yahoo.co.id, 

 

>> MilisGroup:   hakekatku_00@yahoogroups.com,  

                             http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/

 

                             newhakekatku@yahoogroups.com,

                             http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/

 

>>B l o g  :    http://bloghakekatku.blogspot.com

__._,_.___

Attachment(s) from Hakekatku Hidup

1 of 1 File(s)

Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar