Jumat, 01 Juni 2012

[zamanku] Asal Usul Tambahan Nama "Saudi" Pada Kerajaan Arab !

 

Asal Usul Tambahan Nama "Saudi" Pada Kerajaan Arab !

Nabi Muhammad lah yang pertama kali mempersatukan suku bedouin di jazirah Arab yang waktu itu belum disebut Arab Saudi seperti sekarang ini. Muhammad belum pernah memberi tambahan kata "Saudi" untuk jazirah Arab ini.

Kata tambahan "Saudi" baru pada 1932 diciptakan oleh Abdul-Aziz bin Saud untuk ditambahkan kepada nama kerajaannya yaitu "Arab Saudi". Untuk jelasnya nama "Saudi" berasal dari nama keturunan King Abdul-Aziz bin Saud yang disebut sebagai "Al-Saud" yang artinya "Rumah Keluarga Saud" yang berlokasi dikota Nejd.

Kerajaan Arab Saudia artinya, kerajaan Arab milik keluarga "Al-Saud" atau yang lebih terkenal dalam bahasa Inggrisnya disebut "Al-Saud Dinasty".

http://en.wikipedia.org/wiki/Saudi_Arabia

Pada 1932, Arab Saudia adalah negara yang termiskin didunia kehidupan rakyat disini hanya bergantung pada pertanian yang sangat terbatas yang sangat buruk hasilnya dan disertai pemasukan dari orang2 yang datang untuk naik haji. Barulah pada tahun 1938 para ahli2 Inggris menemukan sumber minyak pertama yang kemudian mulai dieksport ke Inggris di tahun 1941. Sejak saat inilah Arab Saudia berkembang pesat menjadi negara pengeksport minyak ke Inggris. Khususnya kota Hejaz dibangun Inggris secara paling modern, radio dan surat kabar untuk pertama kali lahir dikota ini.

Hubungan keluarga Al-Saud dengan kerajaan Inggris ibaratnya "ikan dan air" tidak terpisahkan meskipun nilai2 Islam yang membenci umat lain (Xenophobia) sangatlah kuat turun menurun hingga sekarang ini bukan merupakan halangan dalam mengisi kebutuhan masing2.

Pada abad ke 16, sultan Ottoman menguasai seluruh jazirah Arab, teluk Persia, Turki, Irak dan sekitarnya. Pendiri dinasty al-Saud adalah Muhammad bin Saud yang diangkat oleh Sultan Ottoman sebagai Amir walikota Nejd. Namun pada 1744 secara diam2 Muhammad bin Saud berkolaborasi dengan pemimpin Islam aliran lokal Muhammad Ibn Abd Al-Wahabb (belakangan dikenal sebagai pendiri aliran Islam "Wahabbi") untuk berkonspirasi membentuk gabungan kekuatan dalam mengkhianati Sultan Ottoman. Konspirasi pengkhianatan Saud-Wahabb berhasil merebut wilayah yang dikuasakan sultan Ottoman kepada Muhammad bin Saud. Kerajaan Saudi untuk pertama kali diproklamirkan pada 1744 dengan bantuan ikhwan Wahabbi ini (pengikut Muhammad Ibn Abd Al-Wahabb).

Keturunan dinasty Saud kemudian mengkhianati ikhwan Wahabbi pada 1902 mengadu domba ikhwan Wahabbist ini dengan Inggris, sehingga dengan bantuan Inggris ikhwan Wahabbist dibantai habis dalam suatu pembunuhan massal besar2an pada 1930 sehingga keturunan al-Saud yaitu, Abdul Aziz bin Saud menjadi satu2nya penguasa tunggal yang menamakan dirinya untuk pertama kali sebagai "The King of Saudi Arabia" yang menguasai seluruh Arab sekarang ini dibawah payung kekuatan kerajaan Inggris yang berhasil membantai sultan Ottoman pada perang dunia pertama.

Demikianlah ringkasan sedikit latar belakang ikatan erat dinasty al-Saud dengan kerajaan Inggris.

Kemakmuran ekonomi yang turun temurun keturunan Saud ini tidaklah kekal, karena istilahnya keserakahan membawa perpecahan, demikianlah terjadi perpecahan antara King Saud dengan Pangeran Faisal. King Saud yang mewariskan tahta ayahnya pada 1950 kemudian disingkirkan oleh pangeran Faisal ditahun 1953 dengan alasan memboroskan kekayaan dinasty al-Saud, meskipun disingkirkan dari kekuasaan Saud tetap resmi sebagai raja sehingga melalui usaha meracuni Saud akhirnya pada 1964 Faisal berhasil menawan saudaranya King Saud yang menyadari nyawanya terancam dan akhirnya bersedia turun tahta dalam kudeta yang tak berdarah dan dibuang ke Yunani untuk berobat dan mati pada 1969.

Pada 1973, King Faisal menciptakan krisis minyak dunia dengan mengembargo semua eksport minyak OPEC ke seluruh dunia untuk memaksa Amerika menarik semua bantuannya kepada Israel. Akibatnya ekonomi Arab Saudia hancur lebur, King Faisal dibunuh oleh kemenakannya Pangeran Faisal bin Musaid. Matinya King Faisal digantikan oleh King Khalid, krisis minyak usai, Arab Saudi kembali berlimpah ruah kekayaannya.

Dari ringkasan disini, dinasty Al-Saud yang penuh dengan intrik licik yang juga berkolaborasi dengan Inggris ternyata merupakan kerajaan pertama yang pernah lahir di Arab Saudia sejak zaman nabi Muhammad. Nabi Muhammad dengan caliph2 pengganti nabi Muhammad belum pernah berhasil membentuk sebuah kerajaan Arab yang utuh seperti dinasty al-saud ini meskipun untuk itu mereka harus berkolaborasi dengan Inggris dan pada akhir perang dunia kedua keluarga ini mempererat permainan intriknya dengan Amerika.

Hingga hari ini, intrik, kolaborasi dan pengkhianatan diantara sesama keluarga dalam dinasty al-saud tidak pernah reda, semua keluarga dinasty yang tersingkir menyelamatkan keluarga mereka masing2 ke Inggris dan hidup mewah disana.

Badai kerajaan Arab Saudia belum usai, dinasty al-Saud gontok2an. Sejak pendiri dinasty al-Saud pertama kali, setiap raja rata2 memiliki antara 100 hingga 120 isteri2 dimana setiap isteri rata2 beranak dua. Jadi setelah beberapa generasi, keturunan Al-Saud di Arab Saudia meliputi jumlah 60-70% rakyat Arab Saudia.

Kerajaan Arab Saudia berpopulasi 27 juta jiwa dimana 9 juta adalah pendatang dari luar, sedangkan 2 juta adalah illegal immigrant, dan hanya 16 juta penduduk Saudia yang merupakan warganegaranya yang berhak menerima tunjangan. Dari 16 juta penduduk ini, sekitar 12 juta adalah keturunan raja yang berhak memegang jabatan di pemerintah, dan tidak satupun yang bukan keluarga raja bisa menjadi pegawai kerajaan kecuali menjadi tentara ataupun polisi yang rata2 adalah keturunan bekas pengikut Muhammad ibn Al-Wahabb pendiri sekte wahabbi. Hingga sekarang para keturunan bekas pendiri Wahabbi masih setia kepada kekuasaan dinasty al-Saud, tapi entah dimasa depan mungkin ada yang berpikir untuk membalas dendam atas pembantaian keluarga pendiri dan pengikut sekte Wahabbi ini oleh dinasty Al-Saud.

Arab Saudia memang sekarang berhasil memegang status sebagai umbul2 Islam diseluruh dunia. Tapi dengan munculnya kekuatan Islam Iran aliran Syiah, merupakan alamat jelek bagi dinasty Al-Saud di-masa dekat yang akan datang ini.

Adalah salah kalo anda menganggap bahwa Arab Saudia adalah negara penghasil minyak dunia yang terbesar, silahkan anda teliti website dibawah ini:

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_oil_production

Ternyata urutan penghasil minyak terbesar didunia adalah:

1. Russia
2. Arab Saudia
3. Amerika Serikat
4. Iran
5. China
6. Canada
7. Mexico.

Sedangan cadangn minyak terbesar didunia hanya dimiliki Amerika yang hingga kini belum diizinkan untuk di explorasi yang berada di Alaska dan di Texas.

Jadi bukan besarnya produksi minyak yang dimiliki suatu negara yang menjadikan negara tsb kaya raya, tetapi kebutuhan masing2 negara itulah yang bisa menjadi ukuran dalam menghitung kelebihan minyak yang bisa dieksport sebagai devisa negaranya.

Arab Saudia meskipun memiliki produksi sangat besar, tetapi karena kebutuhan dalam negerinya hanya 20% maka 80% hasil produksi minyaknya merupakan kekayaan dari kerajaan Arab Saudia.

Sebaliknya Russia, Amerika Serikat, dan China, meskipun memiliki produksi yang termasuk juga terbesar didunia ini, namun kebutuhan minyak untuk dalam negeri mereka melebihi dari jumlah yang mereka produksi sehingga tetap untuk mencukupinya mereka harus mengimport dari luar negeri.

Demikianlah sekilas tentang umbul2 Islam dunia yang sangat rapuh tidak stabil dari ancaman krisis ekonomi, chaos, yang disebabkan instabilitas struktur politik yang diwariskannya dari Syariah Islam dimana nabi Muhammad dan para caliph2nya sendiri belum pernah berhasil membentuknya. Hanya Inggris dan Barat sajalah yang berhasil menegakkan umbul2 Islam ini dalam dukungannya kepada Dinasty Al-Saud.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

__._,_.___
Recent Activity:
Ingin bergabung di zamanku? Kirim email kosong ke: zamanku-subscribe@yahoogroups.com

Klik: http://zamanku.blogspot.com
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar