Senin, 30 Juli 2012

[Indonesia-Rising] Industri Kreatif di Indonesia Masih Ada Hambatan

 



http://www.suarapembaruan.com/home/industri-kreatif-di-indonesia-masih-ada-hambatan/22880

Industri Kreatif di Indonesia Masih Ada Hambatan
Senin, 30 Juli 2012 | 15:38

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu (Foto: SP/Hendro Situmorang)
 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu (Foto: SP/Hendro Situmorang)

[JAKARTA] Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, mengakui masih ada hambatan dalam upaya pengembangan industri kreatif di Indonesia. Hambatan ini perlu segera diurai karena potensi industri kreatif ini sangat besar.

"Memang masih ada beberapa kendala yang menghambat," kata Mari di sela-sela seminar Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), di Jakarta.

Menurut Mari sejumlah kendala yang tersebut adalah lemahnya pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, belum adanya skema pengembangan industri kreatif, kurangnya aspek pembiayaan, kurangnya akses pelaku industri ke pasar, dan masih lemahnya industri kreatif secara kelembagaan.

"Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini berusaha menyelesaikan hambatan-hambatan yang ada pada industri kreatif tersebut," ujar Mari.

Mari mengatakan, keberadaan industri kreatif sangat penting terkait dampak sosial yang dihasilkan. Selain itu industri kreatif yang merupakan citra dan identitas bangsa juga berperan untuk mengembangkan inovasi serta kreativitas dengan menggunakan sumberdaya yang terbarukan.

"Di samping itu, industri kreatif juga memiliki iklim bisnis yang positif dan kondusif serta dapat memberikan kontribusi ekonomi," jelasnya.

Mari juga menekankan, penerapan e-government akan menunjang transformasi Indonesia menuju innovation-driven-economy. "Ekonomi kreatif berbasis teknologi informasi komunikasi adalah hal yang krusial, terutama karena kita memiliki kapasitas inovasi yang cukup besar," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Andreas Diantoro, Presiden Direktur Microsoft Indonesia menjelaskan, transformasi adalah bagian penting dalam memperkuat daya saing. "Indonesia memiliki kesempatan dalam penguatan industri kreatif, perdagangan dan sektor-sektor ekonomi lainnya dimana kekuatan anak muda Indonesia tidak dapat dikesampingkan," jelas Andreas.

Indonesia akan menjadi negara maju pada 2025 dan masuk ke dalam sepuluh besar negara dengan pendapatan ekonomi terbesar di dunia, melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan."Dengan TIK, kesempatan yang ada dapat terealisasikan. Di kalangan pemerintah sendiri, dengan pemerintah yang saling terhubung, transparan dan modern, maka efisiensi dan efektifitas dalam melayani masyarakat dapat terwujud," ungkap Andreas.

Untuk bisa memperkuat daya saing Indonesia, Andreas melihat ada empat kunci yang menjadi fokus bersama. "Pertama adalah transformasi pendidikan, kunci yang kedua adalah mengembangkan kewirausahaan, kunci yang ketiga adalah menghubungkan Indonesia, dan kunci yang keempat adalah membuat sebuah Pemerintahan yang terhubung dan transparan," pungkas Andreas. [E-8]

__._,_.___
Recent Activity:
** Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa". **
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar